Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kabar

Dorong Tidore Jadi Kota Sejarah Dunia, Muhammad Sinen Titipkan 5 Program Prioritas kepada Fadli Zon

×

Dorong Tidore Jadi Kota Sejarah Dunia, Muhammad Sinen Titipkan 5 Program Prioritas kepada Fadli Zon

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen bersama Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di eks Rumah Dinas Gubernur Provinsi Perjuangan Irian Barat, Sultan Zainal Abidin Syah
Example 468x60

Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menyambut kedatangan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama rombongan dalam kunjungan resmi di Kota Tidore Kepulauan, Kamis (27/11/25). Kehadiran Menteri Kebudayaan disambut hangat dan dinilai sebagai kehormatan besar bagi masyarakat Tidore.

Dalam sambutannya, Muhammad Sinen menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan momentum penting yang semakin menegaskan besarnya nilai sejarah dan kebudayaan Tidore dalam perjalanan bangsa. Hal ini sekaligus sejalan dengan penetapan Sultan Zainal Abidin Syah, Sultan Tidore ke-35, sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah pusat.

Example 300x600

“Pengakuan negara ini adalah kebanggaan bagi Kesultanan Tidore, masyarakat Maluku Utara, dan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Muhammad Sinen.

Pada pertemuan resmi tersebut, Wali Kota Tidore menyerahkan lima program prioritas dalam bentuk dokumen resmi kepada Menteri Kebudayaan RI. Kelima program ini dinilai strategis dalam mendorong Tidore tampil sebagai kota sejarah dunia. Program tersebut meliputi: Revitalisasi Kawasan Kadaton Kesultanan Tidore sebagai pusat sejarah dan identitas budaya, Pengembangan Museum Sonyine Malige, mencakup kuratorial hingga penguatan infrastruktur museum, Revitalisasi Kawasan Pusaka Soasio, yang menjadi lokasi penting perjalanan sejarah Kota Tidore, Revitalisasi Eks Kediaman Gubernur Irian Barat, bangunan bersejarah yang berkaitan dengan peran Kesultanan Tidore dalam integrasi Irian Barat, dan Pengusulan Tuan Guru dari Afrika Selatan sebagai Pahlawan Nasional, melalui kajian sejarah bersama sejarawan Indonesia–Afrika Selatan.

Selain lima program tersebut, Wali Kota juga mengajukan dua agenda pendukung untuk memperkuat pelestarian warisan sejarah Tidore. Pertama, kerja sama dengan Kedutaan Besar Spanyol guna mengupayakan pengembalian artefak Kesultanan Tidore yang tersimpan di Spanyol. Kedua, kerja sama dengan ANRI untuk penyelamatan naskah kuno, arsip kesultanan, serta dokumen sejarah penting lainnya.

Muhammad Sinen menegaskan bahwa dengan dukungan pemerintah pusat, Tidore siap tampil sebagai Kota Sejarah Dunia dan menjadi pusat pengembangan kebudayaan di kawasan timur Indonesia.

Editor : M. Rahmat Syafruddin

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *