Tanpajeda – Delapan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di Kota Tidore Kepulauan resmi mengajukan mosi tidak percaya terhadap Fraksi PDIP DPRD Kota Tidore. Langkah ini menandai memuncaknya gejolak internal partai yang berasal dari akar rumput.
Surat mosi tak percaya tersebut telah diterima oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tidore, Wahyudi Wahid. Isinya menyoroti kinerja Fraksi PDIP yang dianggap tidak melibatkan PAC dalam sejumlah agenda penting, termasuk kegiatan reses anggota DPRD.
Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Tidore, Hamga Basinu, mengakui adanya kesalahan internal. Ia menegaskan bahwa miskomunikasi menjadi pemicu munculnya protes dari delapan PAC.
“Ini dinamika organisasi yang wajar. Namun kami akui ada kesalahan, terutama terkait agenda reses Fraksi yang tidak melibatkan teman-teman PAC,” kata Hamga, yang akrab disapa Gapo, Rabu, 28 Januari 2026.
Hamga menambahkan, ke depan Fraksi PDIP akan memastikan setiap kegiatan reses anggota DPRD melibatkan PAC agar hubungan antara struktur partai dan wakilnya di parlemen kembali harmonis.
“Reses ke depan harus melibatkan PAC. Ini menjadi catatan penting bagi Fraksi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Selain itu, muncul isu tambahan terkait desakan beberapa PAC agar Ketua DPRD Kota Tidore, H. Ade Kama, dicopot dari jabatannya. Namun, Hamga mengaku baru mengetahui tuntutan tersebut dan berharap akar persoalan dapat diketahui dalam rapat evaluasi internal yang akan digelar.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tidore, H. Ade Kama, memilih untuk tidak memberikan komentar. “Ketua Fraksi sudah menyampaikan. Dalam waktu dekat akan dilakukan rapat antara Fraksi dan PAC PDI Perjuangan,” ujarnya singkat.
Reporter : Tim Redaksi
Editor : M. Rahmat Syafruddin











