Tanpajeda – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mendesak Kedutaan Besar (Kedubes) Spanyol agar segera merealisasikan komitmen kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.
Kepala Disbudpar Kota Tidore, Daud Muhammad, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Kedubes Spanyol yang dinilai belum serius menindaklanjuti kesepakatan kerja sama tersebut, meskipun telah dibahas sejak pertemuan Global Network of Magellan Cities (GNMC) yang dipusatkan di Tidore pada 17 Juli 2019.
Upaya tindak lanjut kembali dilakukan pada tahun 2025, ketika Pemerintah Kota Tidore mendapat undangan resmi dari Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Mr. Francisco de Asis Aguilera Aranda, untuk membicarakan kelanjutan kerja sama. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Duta Besar Spanyol di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Tidore telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung kerja sama, termasuk usulan program pengembangan dan pelestarian situs sejarah peninggalan Spanyol di Tidore, seperti Benteng Tahula dan Benteng Tore yang berada di Kelurahan Soasio, Kecamatan Tidore.
Namun hingga saat ini, belum terdapat progres signifikan dari pihak Kedubes Spanyol untuk merealisasikan kerja sama tersebut.
“Pertemuan strategis di kediaman Duta Besar Spanyol itu juga dihadiri perwakilan perbankan Spanyol serta anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN),” ujar Daud Muhammad saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).
Daud menegaskan, Pemerintah Kota Tidore telah menunjukkan komitmen kuat terhadap rencana kerja sama tersebut. Hal ini dibuktikan dengan kesiapan lahan yang berstatus clear and clean, serta upaya menjaga dan merawat situs-situs sejarah peninggalan Spanyol secara mandiri hingga saat ini.
“Kami terus menjaga dan merawat benteng-benteng peninggalan Spanyol sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Tidore untuk menjalin kerja sama,” tegasnya.
Ia menambahkan, ketidakseriusan Kedubes Spanyol dikhawatirkan dapat menghambat peluang investasi dan pengembangan sektor pariwisata sejarah, yang seharusnya dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Spanyol melalui narasi sejarah jalur rempah.
Atas dasar itu, Pemerintah Kota Tidore berharap Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dapat turun tangan untuk mendorong Kedubes Spanyol agar lebih serius dalam merealisasikan kerja sama tersebut. Pasalnya, sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Disbudpar, Kedubes Spanyol tercatat telah dua kali berkunjung ke Tidore tanpa menghasilkan kerja sama yang konkret.
“Kerja sama ini kami harapkan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak pada pembangunan daerah,” pungkasnya.
Reporter : Tim Redaksi
Editor : M. Rahmat Syafruddin











