Hukrim

Sinergi Akademik dan Kepolisian, Unkhair–Polda Malut Resmi Bangun Pusat Studi Kepolisian

×

Sinergi Akademik dan Kepolisian, Unkhair–Polda Malut Resmi Bangun Pusat Studi Kepolisian

Sebarkan artikel ini

Tanpajeda – Universitas Khairun (Unkhair) dan Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Mapolres Ternate, Jumat (20/2/2026). Penandatanganan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama sebagai momentum mempererat kebersamaan antara jajaran kepolisian dan civitas akademika.

Rektor Unkhair, Abdullah W. Jabid, menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan kepolisian menjadi fondasi penting dalam menjawab dinamika sosial politik yang berkembang cepat. Menurutnya, tantangan kebangsaan yang semakin kompleks membutuhkan sinergitas nyata antara institusi pendidikan tinggi dan aparat penegak hukum.

“Kampus sebagai agent of change dan center of excellence tidak boleh hanya berada di menara gading. Konsep Kampus Berdampak harus diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam menyelesaikan problem sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Salah satu poin strategis dalam kerja sama tersebut adalah rencana pembentukan Pusat Studi Kepolisian di Unkhair. Pusat studi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi riset dan kajian ilmiah, khususnya dalam penguatan analisis prediktif terkait potensi konflik sosial, radikalisme, serta isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Jika Polri memiliki kekuatan dalam penegakan hukum dan keamanan, maka kampus memiliki kekuatan dalam analisis, riset, dan inovasi. Kolaborasi ini adalah pertemuan antara kekuatan intelektual dan kekuatan eksekusional,” tambah Prof. Abdullah.

Terkait dinamika wacana penempatan Polri di bawah kementerian, Prof. Abdullah menegaskan bahwa berdasarkan Pasal 30 UUD NRI 1945, kepolisian merupakan alat negara di bidang pertahanan dan keamanan yang berkedudukan langsung di bawah Presiden, berbeda dengan kementerian negara sebagaimana diatur dalam Pasal 17 UUD 1945. Unkhair, tegasnya, mendukung sepenuhnya Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara di bidang pertahanan dan keamanan yang berada langsung di bawah Presiden.

Sementara itu, Kapolda Maluku Utara, Waris Agono, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergitas antar lembaga secara profesional dan berintegritas.

Ia berharap perjanjian tersebut tidak berhenti pada aspek administratif semata, melainkan diwujudkan dalam program nyata yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat Maluku Utara.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakapolda Stephen M. Napiun, para pejabat utama Polda Malut, serta para Kapolres jajaran. Dari pihak Unkhair hadir Wakil Rektor I Hasan Hamid, Wakil Rektor III Jamal Hi. Arsad, Kepala LPPM Unkhair Sundari, para dekan di lingkungan Unkhair, serta tamu undangan lainnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen memperkuat kolaborasi antara institusi kepolisian dan perguruan tinggi di Maluku Utara.

Reporter : Tim Redaksi

Editor : M. Rahmat Syafruddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *