Tanpajeda – Delapan Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Tidore Kepulauan secara resmi mengajukan mosi tidak percaya terhadap Fraksi PDIP DPRD Kota Tidore Kepulauan. Mosi tersebut disampaikan kepada Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Kota Tidore sebagai bentuk kekecewaan kader terhadap kinerja wakil partai di lembaga legislatif.
Langkah tersebut diambil lantaran PAC menilai 12 anggota DPRD Fraksi PDIP tidak maksimal menjalankan tugas sebagai wakil rakyat serta dinilai kurang membangun komunikasi dan koordinasi dengan struktur partai di tingkat bawah.
Selain persoalan kinerja legislasi dan pengawasan, para legislator PDIP juga dinilai kurang mengawal jalannya program pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, yang merupakan kader PDIP hasil Pilkada 2024.
Kekecewaan PAC juga dipicu oleh pelaksanaan agenda reses anggota DPRD Fraksi PDIP yang disebut tidak pernah melibatkan pengurus PAC. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan prinsip kerja partai yang mengedepankan keterlibatan struktur hingga tingkat bawah.
Menanggapi mosi tersebut, Sekretaris DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan, Wahyudi Wahid, membenarkan bahwa delapan PAC telah menyampaikan surat mosi tidak percaya secara resmi kepada DPC.
“Memang benar, delapan PAC sudah memasukkan surat secara resmi ke DPC,” ujar Wahyudi Wahid, Selasa (27/1/2026).
Ia menegaskan, DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan akan menindaklanjuti aspirasi PAC sesuai mekanisme dan aturan internal partai.
“Kami akan menggelar rapat untuk membahas langkah selanjutnya, apakah memanggil fraksi, PAC, atau pihak-pihak terkait lainnya. Semua akan dilakukan sesuai AD/ART partai,” tegasnya.
Menurut Wahyudi, substansi keberatan PAC berkaitan dengan tidak optimalnya penerapan prinsip tiga pilar partai, yakni struktur partai, legislatif, dan pemerintahan.
“PAC menilai masih ada ketimpangan, karena fraksi dianggap kurang melibatkan dan menghargai struktur partai di tingkat bawah,” jelasnya.
Persoalan ini juga mendapat perhatian dari jajaran pengurus PDIP di tingkat provinsi. Ketua DPD PDIP Maluku Utara, Muhammad Sinen, menegaskan bahwa suara kader di tingkat bawah merupakan fondasi utama kekuatan partai dan wajib didengar.
“Kekuatan partai dibangun dari bawah, bukan dari atas. Suara PAC, ranting, dan anak ranting harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap kader yang tidak menjalankan tugas kepartaian dengan baik akan dievaluasi sesuai aturan yang berlaku.
Reporter : Tim Redaksi
Editor : M. Rahmat Syafruddin











