Kabar

Pelestarian Adat dan Harmoni Sosial Menguat, Sultan Tidore Kukuhkan Kesangajian Bicoli

×

Pelestarian Adat dan Harmoni Sosial Menguat, Sultan Tidore Kukuhkan Kesangajian Bicoli

Sebarkan artikel ini

Tanpajeda – Pelestarian nilai-nilai adat dan penguatan harmoni sosial kembali ditegaskan dalam Forum Adat Ke-II Kesangajian Bicoli Tahun 2026 yang digelar di Desa Bicoli, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dengan kehadiran langsung Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, yang secara resmi mengukuhkan jajaran perangkat adat Kesangajian Bicoli.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan sarat makna adat, diawali dengan penyambutan Sultan Tidore melalui tarian Cakalele serta ritual adat Cokaiba sebagai simbol penghormatan dan pengakuan terhadap kedaulatan adat Kesangajian Bicoli.

Melalui Surat Keputusan Nomor: SK/01/KST/I/2026, Sultan Tidore menetapkan dan melantik para tokoh adat yang dipercaya mengemban amanah di bawah kekuasaan hukum adat Sangaji Bicoli. Tokoh-tokoh yang dikukuhkan antara lain Ikdar Udin sebagai Kapita Darat Sangaji Bicoli, Husen Mondol sebagai Bobato Akhirat Sangaji Bicoli, Ahmad Djafar sebagai Gimalaha Ingli, Silmi Abas sebagai Bobato Akhirat Gimalaha Ingli, Nasri Wom sebagai Gimalaha Smowo, Muhammad Fauto sebagai Kapita Gimalaha Smowo, Najib Hi. Akuba sebagai Bobato Akhirat Gimalaha Smowo, serta Talib Esa sebagai Bobato Dunia Iseduru Desa Momole.

Dalam sambutannya, Sultan Tidore menegaskan bahwa lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban sosial, menyelesaikan konflik masyarakat, serta menjadi penyangga moral di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Perangkat adat bukan sekadar simbol atau formalitas. Mereka adalah penjaga nilai, penengah konflik, dan pilar harmoni sosial. Adat harus hidup dan berjalan berdampingan dengan pemerintahan,” tegas Sultan H. Husain Alting Sjah.

Sultan juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga adat dan pemerintah daerah. Menurutnya, penguatan kearifan lokal harus sejalan dengan kebijakan nasional dan arahan Presiden Republik Indonesia dalam menjaga ketertiban umum, persatuan, serta keutuhan bangsa.

Forum adat tersebut turut dihadiri H. Ishak Naser selaku Jojau Kesultanan Tidore, para Gimalaha dari berbagai wilayah seperti Sinobe, Kalodi, dan Maliga, Jo Mayor, jajaran protokol Kesultanan Tidore, Komandan Brigif TP 28/Beru Fola Kolonel Inf. Rinto Wijaya, para kepala desa se-Kecamatan Maba Selatan, para imam, serta tokoh masyarakat setempat.

Melalui Forum Adat Kesangajian Bicoli II ini, diharapkan lembaga adat semakin berperan aktif dalam menjaga keharmonisan masyarakat, memperkuat identitas budaya lokal, serta mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

Reporter : Tim Redaksi

Editor : M. Rahmat Syafruddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *