Tanpajeda – Dalam upaya memperkuat pengawasan ketersediaan farmasi dan pangan olahan di Kota Tidore Kepulauan, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menerima kunjungan silaturahmi dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Sofifi yang dipimpin oleh Ermanto Siahaan, Selasa (10/3/2026), di ruang kerja Wali Kota Tidore.
Dalam arahannya, Ahmad Laiman menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tidore Kepulauan siap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program BPOM, khususnya dalam pengawasan obat-obatan dan pangan olahan.
“Pada prinsipnya, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya pada sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga memastikan bahwa obat-obatan dan pangan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman dan terawasi,” ujarnya.
Ia juga berharap kehadiran BPOM di Tidore dapat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengawasan, sekaligus mendorong produk unggulan daerah, khususnya dari pelaku UMKM, agar dapat memiliki izin edar resmi dari BPOM.
“Kedepannya, kami berharap produk-produk unggulan UMKM di Tidore bisa terdaftar di BPOM sehingga dapat dipasarkan lebih luas, termasuk ke supermarket. Selain itu, diharapkan juga ada desa atau wilayah yang menjadi pilot project keamanan obat dan pangan,” tambahnya.
Terkait program pemenuhan gizi, Ahmad Laiman menyebutkan bahwa beberapa Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tidore masih berada dalam kategori aman. Namun, ia menekankan pentingnya peningkatan pengawasan secara berkelanjutan.
“Kerja sama antara pemerintah daerah, BPOM, dan Badan Gizi Nasional perlu terus diperkuat agar kualitas dan keamanan pangan di dapur program makan bergizi tetap terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, Ermanto Siahaan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat sinergi antara BPOM dan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan.
“Kami berharap dukungan penuh dari Pemkot Tidore agar pengawasan dapat berjalan optimal, sehingga tidak ada lagi peredaran pangan kedaluwarsa maupun obat-obatan terlarang di masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa BPOM turut mengawal program nasional pemberian makanan bergizi agar tetap aman dikonsumsi oleh masyarakat.
“Kami berharap apabila terjadi hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan program tersebut, segera dilaporkan kepada BPOM agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat, termasuk melalui pengambilan sampel,” tambahnya.
Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut antara lain Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain, Plt Kepala Dinas Kesehatan Saiful Salim, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Zulkifli Ohorella, serta Analis Kebijakan Ahli Muda Samsul Talib.
Reporter : Tim Redaksi
Editor : M. Rahmat Syafruddin











