Tanpajeda — Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Tidore Kepulauan terancam tidak menerima Gaji 13 menjelang Idul Adha 2026. Pemerintah Kota Tidore menyebut kondisi ini dipicu belum adanya transfer anggaran dari Pemerintah Pusat.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tidore Kepulauan, Yakub Husain, mengatakan jumlah ASN dan PPPK di Tidore mencapai 5.205 orang, terdiri dari 3.441 ASN dan 1.764 PPPK. Namun hingga kini, dana Gaji 13 belum juga masuk ke kas daerah.
“Kemungkinan Gaji 13 tidak bisa dibayar, karena uangnya belum ditransfer dari Pemerintah Pusat ke Daerah,” kata Yakub, Senin (25/5/2026).
Tak hanya Gaji 13, pembayaran Gaji 14 juga disebut sempat bermasalah. Pemkot Tidore terpaksa menggunakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD untuk menalangi pembayaran tersebut. Nilai kebutuhan untuk Gaji 13 dan Gaji 14 masing-masing mencapai sekitar Rp27 miliar.
Yakub mengaku heran dengan lambatnya kebijakan pusat, padahal aturan mengenai pembayaran Gaji 13 sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang Tunjangan Hari Raya dan Gaji 13 yang bersumber dari APBN. Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya, setelah PMK diterbitkan, tanda transfer dana biasanya langsung muncul di aplikasi keuangan daerah.
Selain persoalan Gaji 13 dan 14, Pemkot Tidore juga mengeluhkan perubahan kebijakan pembiayaan PPPK. Tahun 2026, pemerintah pusat disebut tidak lagi menanggung DAU khusus PPPK, sehingga beban belanja pegawai di daerah melonjak hingga 54 persen, jauh di atas batas ideal 30 persen.
“Kalau belanja pegawai besar, maka pembiayaan untuk masyarakat otomatis kecil. Banyak kebutuhan masyarakat akhirnya tidak bisa terjawab,” ujar Yakub.
Tak hanya itu, Dana Kelurahan yang sebelumnya dibiayai pemerintah pusat sebesar Rp8 miliar per tahun juga disebut sudah tidak tersedia lagi pada 2026. Saat ini, DAU yang diterima Pemkot Tidore per bulan hanya sekitar Rp36,5 miliar dan sebagian besar habis untuk membiayai gaji pegawai.
Reporter : Tim Redaksi
Editor : M. Rahmat Syafruddin











