Kabar

Lufu Kie Kembali Hidup di HJT 918, Tradisi Perang Kesultanan Tidore Menggema

×

Lufu Kie Kembali Hidup di HJT 918, Tradisi Perang Kesultanan Tidore Menggema

Sebarkan artikel ini

Tanpajeda – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama Ketua I TP PKK Ny. Sumiyati Ahmad Laiman dan Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo mengikuti ritual Lufu Kie sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Tidore (HJT) ke-918 Tahun 2026, yang berlangsung di Pelabuhan Kesultanan, Kamis (9/4/2026).

Ritual sakral ini diawali dengan prosesi berjalan kaki dari lingkungan Kesultanan Tidore menuju dermaga. Prosesi dipimpin langsung oleh Jou Sultan bersama Jou Boki, didampingi Forkopimda serta para bobato kesultanan.

Lufu Kie merupakan tradisi bersejarah berupa pelayaran keliling Pulau Tidore menggunakan armada kagunga (perahu kesultanan) yang dikawal 12 juanga atau kora-kora dari para Sangaji dan Gimalaha. Tradisi ini dahulu dicetuskan oleh Sultan Saifuddin “Jou Kota” sebagai simbol kekuatan untuk menghadapi kolonial Belanda.

Sepanjang pelayaran, doa dipanjatkan oleh imam dan syara pada titik-titik tertentu, termasuk saat armada melintas di perairan depan Keramat Hiri, Ternate. Suasana khidmat terasa kental, sekaligus menjadi momen pelestarian nilai sejarah dan budaya.

Ritual Lufu Kie juga disambut antusias oleh masyarakat di setiap wilayah yang dilintasi. Selain armada adat, iring-iringan turut diramaikan oleh OPD dan para camat yang mengikuti menggunakan speedboat, menambah semarak perayaan HJT ke-918.

Reporter : Tim Redaksi

Editor : M. Rahmat Syafruddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *