Tanpajeda – Wali Kota Muhammad Sinen menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kota Tidore Kepulauan untuk menggenjot sektor pariwisata sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah ini diambil menyusul penurunan signifikan Transfer ke Daerah (TKD) dalam periode 2025–2026 yang mendorong daerah lebih mandiri secara fiskal.
Menurutnya, Tidore tidak memiliki sumber daya tambang seperti emas, nikel, maupun batu bara yang dapat diandalkan sebagai penggerak ekonomi. Karena itu, potensi pariwisata diposisikan sebagai “tambang baru” yang harus dikelola secara serius, berkelanjutan, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung ke sejumlah lokasi strategis, di antaranya Selawaring Rum Circuit, Tanjung Rum Bune, Benteng Cobe, hingga Pantai Jiko Cobo.
Kunjungan ini menjadi bagian dari perencanaan strategis untuk memetakan potensi wisata unggulan yang dapat dikembangkan dalam jangka pendek maupun panjang.
Selain itu, sejumlah kawasan seperti Kalaodi, Gura Bunga, Fobaharu, hingga Pulau Maitara dinilai memiliki daya tarik kuat, baik dari sisi wisata alam, budaya, maupun sejarah. Kawasan Rum, Akesahu, dan Oba juga diproyeksikan sebagai destinasi unggulan baru yang dapat memperkuat ekosistem pariwisata daerah.
Pemerintah daerah juga membuka peluang investasi seluas-luasnya dengan menjamin kemudahan perizinan tanpa pungutan awal. Upaya ini diharapkan mampu menarik minat investor sekaligus mempercepat pengembangan destinasi wisata.
Tak kalah penting, peran generasi muda turut didorong dalam mempromosikan potensi daerah melalui media sosial. Dengan dukungan promosi digital yang masif dan kolaborasi berbagai pihak, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menargetkan sektor pariwisata menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah pada 2027 serta mampu meningkatkan PAD secara signifikan.
Reporter : Tim Redaksi
Editor : M. Rahmat Syafruddin











