Tanpajeda — Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara bersama Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai dan pentingnya rupiah melalui kegiatan Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah bersama Komunitas Mama-Mama Peduli dan Cinta Uang Rupiah (GAMALAMA) di Aula Kantor Camat Tidore, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen yang juga selaku Pembina Posyandu Kota Tidore Kepulauan, didampingi Ketua II dan Ketua IV TP PKK Kota Tidore Kepulauan.
Dalam sambutannya, Rahmawati menyampaikan bahwa edukasi yang digelar Bank Indonesia menjadi langkah penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mampu mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah serta terhindar dari peredaran uang palsu.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cinta, bangga dan paham rupiah. Dengan memahami ciri keaslian uang rupiah, masyarakat tidak mudah tertipu dengan uang palsu,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara yang memilih Posyandu sebagai ruang edukasi masyarakat. Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis karena dekat dengan keluarga dan menjadi tempat bertemunya masyarakat.
Selain edukasi rupiah, kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis oleh UPT Puskesmas Soasio. Rahmawati mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan.
“Percuma memiliki banyak uang jika tidak sehat. Karena itu, kami mengajak masyarakat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan yang telah disiapkan,” katanya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Sirtalia J. Rando mengatakan, Posyandu dipilih sebagai mitra karena memiliki kedekatan dengan para ibu yang menjadi bagian penting dalam keluarga.
Ia berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat meneruskan informasi kepada keluarga di rumah, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami cara menjaga dan memperlakukan rupiah dengan baik.
Melalui kegiatan tersebut, BI bersama TP PKK Kota Tidore Kepulauan berharap masyarakat tidak hanya mengenal rupiah sebagai alat pembayaran, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Reporter : Tim Redaksi
Editor : M. Rahmat Syafruddin











