Kabar

Kejar PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, DPRD Tidore Bidik Retribusi Pelabuhan Galala

×

Kejar PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, DPRD Tidore Bidik Retribusi Pelabuhan Galala

Sebarkan artikel ini

Tanpajeda – DPRD Kota Tidore Kepulauan terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tekanan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu sektor yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah retribusi Pelabuhan Feri Galala di Kecamatan Oba Utara.

Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) segera menata ulang pintu masuk dan kawasan parkir Pelabuhan Feri Galala. Penataan tersebut dinilai penting untuk memperbaiki sistem pengelolaan retribusi sekaligus menutup potensi kebocoran penerimaan daerah yang selama ini belum tertangani secara maksimal.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurahman Arsyad, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik sumber PAD dari sektor retribusi yang masih belum dikelola secara optimal. Karena itu, evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan agar potensi pendapatan daerah tidak terus hilang.

“Kami telah mencermati beberapa titik yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor retribusi, namun belum terkelola secara maksimal. Karena itu kami meminta agar segera dievaluasi sehingga dapat meminimalisir kebocoran retribusi di kawasan pelabuhan,” ujar Abdurahman, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, kawasan parkir Pelabuhan Feri Galala memiliki potensi yang cukup besar untuk meningkatkan PAD apabila dikelola secara tertib dan profesional. Terlebih, kondisi keuangan daerah saat ini menuntut seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola retribusi bekerja lebih efektif dalam menggali sumber-sumber pendapatan.

Abdurahman menambahkan, DPRD dalam waktu dekat akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) guna membahas strategi pengelolaan retribusi, termasuk rencana kerja sama dengan pihak ketiga dalam penerapan sistem e-ticketing.

DPRD berharap digitalisasi sistem pembayaran tersebut dapat meningkatkan transparansi, meminimalkan kebocoran penerimaan, serta mendorong tercapainya target PAD Kota Tidore Kepulauan.

Reporter : Tim Redaksi

Editor : M. Rahmat Syafruddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *