Kabar

Kedaton Tidore Jadi Titik Diplomasi, Austria Buka Peluang Kolaborasi Budaya dan Pendidikan

×

Kedaton Tidore Jadi Titik Diplomasi, Austria Buka Peluang Kolaborasi Budaya dan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Tanpajeda – Kota Tidore Kepulauan mendapat kunjungan kehormatan dari Duta Besar Austria untuk Indonesia, Dr. Thomas Loidl, bersama rombongan. Kunjungan berlangsung di Kedaton Kesultanan Tidore, Kamis (8/1/2026).

Kunjungan Dubes Austria tersebut disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Jojau Kesultanan Tidore Ishak Naser, serta para Bobato Kesultanan Tidore.

Jojau Kesultanan Tidore, Ishak Naser, yang mewakili Sultan Tidore dan seluruh perangkat kesultanan, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Duta Besar Austria dan rombongan. Ia berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, khususnya pertukaran kebudayaan.

“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi awal terjalinnya kerja sama dan pertukaran kebudayaan yang membawa manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Ishak.

Ia juga berharap setiap kunjungan ke Kedaton Kesultanan Tidore dapat menjadi sarana pembelajaran sejarah dan kebudayaan Tidore bagi para tamu yang datang.

Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, turut menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, kunjungan Dubes Austria ini merupakan langkah awal membangun kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dengan Pemerintah Austria, khususnya di bidang pendidikan dan pariwisata.

“Kunjungan ini menjadi pintu masuk kerja sama strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan potensi pariwisata, serta memperkuat sistem pendidikan di Kota Tidore Kepulauan,” ungkap Ismail.

Sementara itu, Duta Besar Austria untuk Indonesia Thomas Loidl menyampaikan rasa senangnya dapat berkunjung ke Maluku Utara, khususnya Kota Tidore yang memiliki sejarah besar dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Ada banyak alasan mengapa saya ingin datang ke Tidore. Saya ingin mengeksplorasi sejarah Tidore dan melihat peluang kerja sama yang bisa kita bangun bersama,” kata Thomas.

Ia menjelaskan, kunjungannya ke Tidore didasari oleh tiga alasan utama, yakni sosial, politik, dan budaya. Dari sisi sejarah, Thomas mengungkapkan bahwa terdapat catatan perjalanan orang Austria pertama yang datang ke Tidore dan Ternate sekitar tahun 1621 dan menetap selama kurang lebih tujuh tahun.

“Catatan perjalanan tersebut telah kami terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan dicetak menjadi sebuah buku yang nantinya akan kami serahkan,” jelasnya.

Dengan latar belakang sejarah tersebut, Thomas meyakini bahwa hubungan antara Austria dan Tidore telah terjalin sejak lama. Selain aspek sejarah dan budaya, ia juga berharap adanya kerja sama dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam peningkatan sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan melalui program pelatihan dan pengembangan kapasitas.

Usai kunjungan di Kedaton Kesultanan Tidore, Duta Besar Austria bersama rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, di antaranya Benteng Torre di Kelurahan Soasio serta eks Kediaman Gubernur Irian Barat di Kelurahan Tomagoba.

Reporter : Tim Redaksi

Editor : M Rahmat Syafruddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *