Tanpajeda – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Rahmawati Muhammad Sinen, mendorong pembentukan forum perempuan di tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah awal memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Forum ini diharapkan menjadi ruang aman untuk berbagi, saling peduli, serta melakukan deteksi dini dan pendampingan awal terhadap kasus kekerasan.
Gagasan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan advokasi dan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan (KtP) dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Desa Fanaha dan Desa Aketobololo, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, pada 23–24 April 2026.
Ia menilai, masih banyak kasus kekerasan yang belum terungkap karena korban enggan melapor, sementara ancaman TPPO kian meningkat dan berdampak serius, baik secara fisik maupun psikis.
“Korban bisa mengalami trauma, depresi, kehilangan rasa percaya diri, bahkan menarik diri dari lingkungan sosial. Karena itu, forum di tingkat desa hingga dasa wisma PKK penting dibentuk sebagai tempat curhat yang aman dan solusi bersama,” tegasnya.
Rahmawati menambahkan, forum tersebut perlu melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat desa, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga peran laki-laki sebagai pelindung perempuan dan anak. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, sehingga forum ini dapat menjadi sarana deteksi dini sekaligus jembatan dalam pendampingan kasus.
“Melalui langkah ini, kami berharap tumbuh kepedulian dan keberanian masyarakat untuk melapor serta mendampingi korban. Perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama, dan harus dimulai dari desa,” pungkasnya.
Reporter : Tim Redaksi
Editor : M. Rahmat Syafruddin











