Tanpajeda – Polemik dugaan rasisme yang berkaitan dengan aksi masyarakat Kelurahan Bobo masih terus didalami pihak kepolisian. Di tengah proses tersebut, Kesultanan Tidore menegaskan menghormati jalannya proses hukum dan siap memberikan penjelasan terkait sejarah apabila dibutuhkan penyidik.
Hal itu disampaikan Ishak Naser selaku Jojau Kesultanan Tidore usai rapat bersama kepolisian dan pemerintah daerah yang difasilitasi kesultanan, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, pertemuan tersebut lebih difokuskan untuk menyamakan persepsi terkait penanganan persoalan dan memperkuat peran kepolisian sebagai pengayom masyarakat.
Ishak menegaskan dirinya tidak ingin memberikan komentar di luar proses hukum yang sedang berjalan.
Ia juga memastikan Kesultanan Tidore akan memberikan penjelasan terkait aspek sejarah dan budaya hanya melalui mekanisme resmi dalam proses hukum.
Selain itu, Ishak membantah adanya keterlibatan kesultanan dalam kegiatan atau produksi acara yang kini dipersoalkan.
“Kami bukan penyandang dana, bukan penyusun naskah, bukan aktor yang membacakan, dan bukan pihak yang bertanggung jawab atas produksi acara itu,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolresta Tidore Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow mengatakan kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Hingga kini, penyidik telah memeriksa lima orang saksi dan satu orang terlapor.
Dalam waktu dekat, polisi juga akan memanggil sutradara dan penulis naskah untuk dimintai keterangan. Setelah seluruh pemeriksaan rampung, perkara tersebut akan digelar dengan melibatkan sejumlah ahli, mulai dari ahli pidana, bahasa, IT hingga sejarah.
Menurut Ampi, pihak Kesultanan Tidore juga berpeluang dimintai keterangan untuk membantu menjelaskan aspek sejarah yang berkaitan dengan polemik tersebut.
Reporter : Tim Redaksi











