Tanpajeda — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan fasilitas, kompetensi tenaga kesehatan serta program promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak yang digelar bersama PT ERELA, Fakultas Kedokteran-Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) serta Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore Kepulauan.
Kegiatan yang berlangsung 4-6 Agustus 2026 tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, yang mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan.
Abdul Hakim mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi gangguan penglihatan akibat katarak sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup penerima manfaat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, mengurangi angka gangguan penglihatan akibat katarak, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup para penerima manfaat. Semoga kerja sama dan kolaborasi yang baik ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan merata di Kota Tidore Kepulauan,” harapnya.
Ia juga menyampaikan selamat kepada para pasien yang menjalani operasi dan berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga pasien dapat segera pulih dan kembali beraktivitas bersama keluarga maupun masyarakat. Abdul Hakim turut mengajak masyarakat menjaga kesehatan mata melalui pemeriksaan secara berkala serta segera memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan penglihatan.
Product Manager PT ERELA, dr. Andriyani Tjahyaningsih Larosa, mengatakan kesehatan mata memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Menurutnya, gangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama.
“Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka kebutaan di Indonesia masih termasuk yang tertinggi, dengan penambahan sekitar 200.000 kasus baru setiap tahunnya. Kondisi ini menjadi perhatian bersama dan memerlukan upaya penanganan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, PT ERELA telah mendukung pelaksanaan bakti sosial operasi katarak di sejumlah daerah di Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas penglihatan dan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, mewakili Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM, dr. Purjanto Tepo Utomo mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan yang kelima dengan dua layanan utama, yakni transplantasi kornea dan operasi katarak. Penanganan kedua penyakit tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka gangguan penglihatan dan kebutaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang baik dari rekan-rekan di Ternate dan Tidore. Ke depan, kami akan melakukan tindak lanjut terhadap pasien katarak. Setelah kegiatan ini selesai, kami akan menempatkan petugas untuk melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap pasien. Selain itu, bulan depan dokter akan kembali datang untuk melaksanakan pemeriksaan dan tindak lanjut bagi pasien katarak,” jelasnya.
Usai seremoni pembukaan, Abdul Hakim Adjam bersama tim dokter dan tenaga kesehatan meninjau langsung ruang tindakan operasi katarak. Sebanyak 31 pasien telah terdata dan siap mengikuti operasi katarak pada 5 Agustus 2026.
Kegiatan kolaboratif tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan mata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata di Kota Tidore Kepulauan.
Reporter : Tim Redaksi
Editor : M. Rahmat Syafruddin











