Tanpajeda – Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen resmi menutup turnamen sepak bola usia dini Sumkusu Cup II Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Ome, Sabtu (16/5/2026). Turnamen tingkat SD dan SMP yang berlangsung selama 40 hari itu berjalan sukses dan menyedot perhatian masyarakat.
Dalam sambutannya, Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi kepada panitia, masyarakat Kelurahan Ome, dan seluruh pihak yang terlibat atas suksesnya penyelenggaraan turnamen tersebut.
Menurutnya, Sumkusu Cup bukan hanya ajang pertandingan olahraga, tetapi juga wadah pembinaan mental, karakter, dan bakat generasi muda Tidore.
Wali Kota mengaku kagum melihat kemampuan para pemain muda yang tampil penuh semangat dan percaya diri di lapangan. Bahkan, permainan anak-anak Tidore disebutnya mengingatkan pada aksi pesepak bola dunia di ajang Piala Dunia.
“Hari ini saya saksikan langsung ternyata anak-anak Tidore sangat luar biasa. Permainan yang dipertontonkan tadi membuat saya mengkhayal seperti melihat Messi membawa bola di Piala Dunia. Saya bangga bahwa putra-putra Tidore sangat luar biasa hari ini,” ungkap Muhammad Sinen.
Ia juga mendorong Sekolah Sepak Bola (SSB) di Tidore agar terus aktif membina pemain usia dini. Pemerintah daerah, lanjutnya, mendukung penuh kompetisi usia muda sebagai ruang mengembangkan potensi dan melahirkan talenta sepak bola masa depan dari Kota Tidore Kepulauan.
Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Fatahudin Hadi menjelaskan, turnamen Sumkusu Cup II diikuti 33 tim dari Tidore dan Ternate yang bertanding di kategori SD dan SMP. Selain menjadi ajang pembinaan sepak bola dan mempererat persaudaraan, kegiatan ini juga bertujuan membantu penggalangan dana pembebasan lahan pekuburan di RT 04 Kelurahan Ome.
Pada kategori SD, juara pertama diraih SSB Nuku Junior dari Soasio, sedangkan kategori SMP dimenangkan SSB Nuku JR King. Panitia berharap Sumkusu Cup dapat terus menjadi agenda tahunan untuk melahirkan bibit-bibit pesepak bola andal dari Maluku Utara, khususnya Tidore Kepulauan.
Reporter : Tim Redaksi
Editor : M. Rahmat Syafruddin











